Rabu, 30 November 2016


Salam hangat pembaca. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang pura luhur Uluwatu. Pura ini berada di Desa Pecatu, Kuta, Badung, Bali. Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu. 

  
(lokasi Uluwatu) 

Harga tiket masuk Uluwatu Rp.15.000. Saat masuk pura ini anda akan di beri kain seperti sarung dan itu wajib di gunakan. Hati - hati di Uluwatu terdapat banyak monyet liar sehingga anda perlu waspada dengan barang bawaan anda karena sang monyet biasa menyaut barang para wisatawan. Pura ini tempatnya sangat bagus mengahdap langsung ke laut lepas. Sangat cocok untuk buat acara foto - foto karena pura ini berada di bibir jurang. Uluwatu berjarak 27 Km dari Kuta. Jika anda ingin menuju Uluwatu, anda bisa menyewa motor dengan biaya Rp.60.000/12 jam. Suasana yang damai akan anda dapatkan di sini.



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pura_Luhur_Uluwatu


Pantai Kuta

 
Halo para sahabat pembaca. Kali saya akan membahas sedikit tentang pantai Kuta. Memang sudah sering terdengar bagi siapa saja yang pergi ke Bali pasti mengunjungi pantai Kuta. Yak pantai Kuta memang menjadi pantai yang paling terkenal di Bali. Haram rasanya jika kita ke Bali namun tak mengunjumjungi pantai Kuta. Pantai Kuta berada di Kuta, Badung, Bali. Pantai Kuta ini sangat cocok untuk anda yang ingin mecoba olahraga surfing untuk pertama kalinya. Seperti saya pada foto di atas, kala itu saya mencoba untuk surfing pertama kalinya, Di sana ombaknya satai dan tidak terlalu besar, sehingga sangat cocok untuk pemula. Penyewaan papan surfing Rp.100.000 bisa di tawar sampai Rp.50.000. Selain itu juga terdapat latihan bagi para pemula dengan membayar latihan Rp.100.000 bisa di tawar sampai Rp.50.000. Di pantai Kuta anda bisa bermain air dengan suasana yang asyik karena bercampur dengan warga International, ya suasana sedikit kaya di luar negeri deh hehe.


 (lokasi pantai Kuta)

Suasana pantai Kuta memang sangat ramai. Semua orang yang berlibur ke Bali pasti akan mengunjungi pantai Kuta. Untuk suasana Matahari terbenamnya pun cukup bagus dari pantai Kuta. Sangat jelas bagaimana hilangnya matahari. Cara menuju ke pantai Kuta, anda langsung naik taksi saja agar tidak repot lagi dengan harga bisa di rundingkan dengan pak supirnya. Di sekitar pantai Kuta banyak yang menjual minuman dengan harga yang relatif mahal. Jadi sebaiknya jika anda ingin membeli minuman, anda mencari minimarket yang berada di sepanjang Jl. pantai Kuta. Di Jl. pantai Kuta juga terdapat mall besar dengan nama mall Beach Walk. anda bisa berbelanja di mall tersebut dengan harga mall pastinya hehe. Pokoknya tidak akan menyesal anda ke pantai Kuta walaupun tempatnya sudah mainstream. Anda juga bisa masuk ke gang - gang seperti gang poppies 2. Ya, gang poppies 2 ini adalah gang yang paling terkenal karena selalu di populerkan oleh 3 pentolan punk rockers asal bali band Superman Is Dead. Setelah melewati gang poppies 2 ini anda bisa menuju ke Jln. Legian. Dimana terdapat monumen bom bali. Jika anda mengunjungi Jln. Legian pada malam hari anda akan merasakan atmosfir yang sangat ramai. Sepanjang Jln. Legian terdapat mini bar di kanan dan kiri jalan dan yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal mauapun internasional adalah bar Sky Garden. Sky Garden adalah sebuah Bar/Club yang mempunyai 6 lantai dan setiap lantainya mempunyai suasana yang berbeda. Untuk persoalan warung makan di Jln. Legian ada yang namanya gang mataraman. Disana banyak warung makan yang penjual nya asal jawa semua dan makanan nya pun sangat khas jawa. Biaya juga sangat  khas pulau jawa hehe. Untuk penginapan saya sarankan jika anda ingin penginapan harga backpacker bisa mengunjungi Losmen Arthawan di gang poppies 2. Harga permalam nya Rp.90.000. Jadi, tidak usah bingung lagi kalau anda berlibur ke pantai Kuta dan keren nya Jln. Legian.




Pantai Double Six


Hola pembaca sekalian! Kali ini saya akan membahas sedikit tentang salah satu pantai yang berada di Bali, namanya pantai Double Six. Pantai Double Six ini berada di Jl. Pantai Double Six No. 66, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361. Tempatnya sangat nyaman tidak begitu ramai seperti pantai Kuta. Pantai Double Six menyediakan banyak tempat duduk dengan biaya Rp.20.000 atau menurut saya anda lebih baik duduk di depan mini bar yang ada di pantai Double Six karena tempatnya lebih nyaman dan lebih asik seperti foto saya dan teman saya di bawah ini.


Untuk masuk ke Pantai Double Six tidak di kenakan biaya masuk atau HTM. Pantai ini sangat cocok 
untuk memandang Matahari terbenam. Dengan duduk di kursi mini bar yang empuk seperti balon 
bersama keluarga atau kerabat anda akan terasa sangat mengasyikan, dan di tambah minum jus dan makan pizza. 
Harga menu makananya tidak terlalu mahal. Saya memesan pizza medium dengan harga Rp.60.000
Jus Rp.25.000 jika anda ingin minum beer harganya sekitar Rp.35.0000 - Rp.60.000 per botolnya. Setelah matahari terbenam, akan ada hiburan accoustic di setiap mini bar yang ada di pantai Kuta. Jadi setiap mini bar mempunyai lahan masing - masing dan mempunyai hiburan masing - masing.

(lokasi Pantai Double Six) 

Cara menuju ke lokasi sangat mudah. Patokan saya ambil dari pantai Kuta. Jika anda menggunakan 
transportasi umum, anda bisa naik Taksi dengan biaya bisa anda rundingkan dengan supir nya atau 
menurut argo. Jika menggunakan argo harganya sekitar Rp.40.000 - Rp.50.000. Atau jika anda mau 
jalan kaki menelusuri pinggiran pantai Kuta ke arah utara melewati pantai Legian dan sampai di lokasi
berjarak sekitar 2,5 Km.

  





Selasa, 01 November 2016

Wisata Religi Pura Vaikuntha Vyomantara




Salam hangat bagi pembaca semua semoga selalu di beri kesehatan serta kebahagiaan oleh Tuhan YME. Oke kali ini saya akan membahasa sedikit tentang wisata religi yang ada di kota Yogyakarta. Banyak sekali wisata religi di Yogyakarta seperti Masjid Kotagede, Gereja Ganjuran, Masjid Kauman, Goa Maria Tritis, Klenteng Gondomanan, serta masih banyak lagi. Wisata religi yang akan saya bahas disini adalah Pura Hindu Vaikuntha Vyomantara. Pura ini khas sekali dengan yang ada di Bali, sehingga saat kita berkunjung kemari kita akan merasa seperti di Bali. Pura Vaikuntha Vyomantara berada di komplek Pangkalan TNI AU Adi Sucipto Janti Sleman Jogja. Pura ini tidak saja diperuntukkan untuk warga di kesatuan TNI AU, namun juga sebagai Pura untuk umum di mana umat dari di luar juga dapat mengikuti persembahyangan di Pura ini yang biasanya dilaksanakan tepat pada pukul 17.00 setiap purnama dan tilem. Letaknya yang berada di dalam komplek Pangkalan TNI mengharuskan kita melewati pos penjagaan, tapi cukup dengan mengatakan akan ke Pura maka kita dipersilahkan untuk lewat. Bangunan pura sangat luas dan saat ini masih berada dalam tahap pengembangan fasilitas-fasilitas pendukungnya.


Sekilas tentang Pura Vaikuntha Vyomantara

Vaikuntha  memiliki arti Inkarnasi Shri Wisnu, yang diliputi oleh Maya, tanaman Suci atau Shri Wisnulah yang menyatukan ke-33 Dewa yang menjaga semesta alam. Vyomantara  memiliki  Angkasa, Loka, Luhuring Acintya. Jadi, Vaikuntha Vyomantara artinya  alam dimana dewa Wisnu mencapai kesempurnaan tertinggi, luhuring Acintya, pura angkasa yang penuh dengan tanaman suci dan tempat untuk mencapai ketenangan, kebijaksanaan dan pengetahuan suci ( kitab Suci Wisnu Purana ).  

Latar Belakang di bangunya Pura
Pura  Vaikuntha Vyomantara yang berada di komplek lanud Adisutjipto  Yogyakarta dibangun atas kebutuhan umat Hindu yang  berdinas dan bertugas di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta. Di samping itu juga merupakan  kebijakan dari pimpinan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan sarana tempat ibadah bagi prajurit TNI beserta keluarganya  yang beragama Hindu dalam bentuk Pura. Mengingat di pangkalan TNI AU Adisutjipto belum Memiliki pura sebagai tempat untuk melakukan persembahyangan, Pembinaan Mental bagi Prajurit TNI AU beserta keluarganya, Karbol AAU ,dan Siswa Sekolah penerbang khususnya  yang beragama Hindu. Oleh Karena itu sangat dibutuhkan adanya tempat Ibadah/pura.

Proses tahapan pembangunan Pura Vaikuntha Vyomantara
Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisujtipto Yogyakarta dirintis dan didirikan dalam waktu yang cukup Panjang mulai  tahun 1997 sampai tepatnya  23 Mei 2007 dapat dilaksanakannya proses peletakan Batu Pertama berdirinya Pura vaikuntha Vyomantara Oleh komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan pangkalan TNI AU Adisutjipto. Pada acara Peletakan Batu pertama berdirinya  pura  Vaikuntha Vyomantara  dihadiri oleh seluruh Pejabat dilingkungan Lanud Adisutjipto, PHDI DIY,PHDI Kabupaten dan Kota Se-DIY dan Peguyuban Umat Hindu lanud Adisutjipto “Dharma laksana” dan masyarakar Hindu sekitarnya. Pada kesempatan tersebut  Marsma TNI Benyamin Dandel,SIP mengharapkan dengan dibangunnya Pura betul –betul dapat dimanfaatkan dan difungsikan dengan sebaik-bainya Untuk melaksanaakan fungsi pembinaan mental ( Bintal ) bagi prajurit TNI AU beserta keluarganya,Para Karbol  AAU,Siswa Sekolah penerbang khususnya yag beragama Hindu untuk dapat berperan dalam menyiapkan insan prajurit yang Sapta Marga, Pancasilais serta memiliki mental yang prima.

Upacara Pawedalan pura Vaikuntha Vyomantara
Hari Pawedalan Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama  yaitu “ Purnamaning Sasih Kedasa”

Cukup sekian ulasa dari saya. Salam Bhineka Tunggal Ika!


SUMBER :
https://purahindu.wordpress.com/
http://vaikuntavyomantara.blogspot.co.id/





Senin, 10 Oktober 2016

Museum Universitas Gadjah Mada


Salam hangat kepada agan - agan sekalian. Kembali lagi bersama ane yang gantengnta masih kalah dengan agan - agan yang lagi baca di blog saya hehe. Oke gan langsung saja kita akan membahas sedikit tentang museum UGM. Yak museum ugm berada di komplek Graha Sabha Pramana (GSP) sebagai gedung auditorium utama UGM atau sebagai simbol dari UGM sendiri. Di dalam museum UGM terdapat banyak hal - hal penting tentang masa lalu UGM. Mulai dari Meja kerja dan alat ketik Prof.Dr. Sardjito, foto - foto lawas UGM, konsep awal gedung UGM, deretan foto para pemimpin UGM (rektor), peran tokoh nasional seperti Ir. Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Drs.Moch Hatta dll, Sampai tempat tidur presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama. Wah keren kan gan! mending agan - agan langsung cek TKP saja hehe.


CARA MENUJU KESANA...
Museum UGM beralamat di Bulaksumur, Blok D-6 & D-7, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tenang gan free entry untuk masuk ke museum hehe hanya perlu menuliskan data diri di buku daftar pengunjung. Museum ber operasi dari jam 09.00 - 16.00. Agan bisa pakai kendaraan agan sendiri bisa berupa roda 2 atau roda 4. Lewat pintu gerbang utama GSP arah utara dari bunderan UGM. Masuk agan akan di berikan karcis kuning dan karcis tersebut di pakai untuk keluar dari komplek GSP gan. Kalau hilang karcisnya, hanya tinggal perlihatkan STNK agan. Untuk transportasi umum, agan bisa naik trans jogja dari mana saja dan turun di Terminal/Pos Transjogja KOPMA UGM. Dari KOPMA agan hanya perlu berjalan sedikit ke arah timur menuju GSP dan langsung saja cocokan alamat di awal kalimat gan hehe.

SEJARAH MUSEUM
Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah universitas negeri tertua dan terbesar di Indonesia. Dalam sejarah pendiriannya, UGM tidak terlepas dari peran para tokoh  pejuang dan pendiri bangsa dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia. Berbagai tokoh pejuang perang kemerdekaan telah berjasa melahirkan Universitas Gadjah Mada. Maka tidak heran bila Universitas Gadjah Mada dikatakan sebagai Universitas perjuangan dan berkerakyatan. Di samping itu, UGM juga menjadi media transformatif dalam bidang keilmuan, kemasyarakatan, dan kebangsaan. Dengan peran yang dimiliki oleh UGM telah mendekatkan diri dengan masyarakat karena telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan. Dokumentasi yang melimpah tentang sumbangsih UGM baik dalam pengabdian masyarakat, pendidikan, dan penelitian perlu dikenalkan, dikelola, dan dibudidayakan supaya tetap terpelihara. Sehingga, masyarakat bisa mengenal lebih dekat lagi melalui rekam jejak UGM dan sumbangsihnya dari masa ke masa.

 Sejarah berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak terlepas dari peran para tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Kiprah UGM dari berdiri hingga saat ini menjadi tongak sejarah dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian. UGM lahir tidak semata-mata untuk pendidikan dan pengajaran tetapi sebagai tongak kebangkitan pendidikan nasional. Lahirnya UGM pada tanggal 19 Desember 1949 sebagai salah satu bukti kebangkitan pendidikan nasional di Yogyakarta. Pasca agresi Militer Belanda ke-2, 19 Desember 1948, menyebabkan lumpuhnya Ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta. Dalam hal ini, gagasan lahirnya UGM sebagai universitas perjuangan, universitas nasional, universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan dan Universitas Kebudayaan menjadi bagian yang integral dan fundamental dalam proses perjalanan bangsa. Sri Sultan HB IX berperan secara signifikan dalam pendidikan dengan membuka keraton sebagai tempat belajar dan mengajar yang selanjutnya menjadi cikal bakal lahirnya UGM. Perjalanan UGM dalam mengukir peradaban dan sumbangsihnya di bidang keilmuan, kebangsaan, pendidikan, pengabdian, dan penelitian sampai sejauh ini masih belum banyak dipahami oleh masyarakat dan kalangan civitas akademika UGM sendiri.

Realisasi berdirinya museum UGM menjadi harapan dan cita-cita bersama untuk mewujudkan semangat pengabdian dan dedikasi UGM untuk bangsa dan masyarakat. Museum UGM menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk mentransformasikan jati diri UGM sebagai universitas perjuangan, kebangsaan, kebudayaan, dan berdasarkan Pancasila. Pidato Soekarno pada pembukaan Gedung UGM di Bulaksumur Yogyakarta 19 Desember 1959 mengatakan bahwa Pantjasila adalah isi daripada Gadjah Mada, isi daripada Universitas ini, dan saja minta kepada semua mahaguru,pada lektor-lektor supaja Pantjasila,djiwa pantjasila itu, betul-betul dikobar-kobarkan,dihidup-hidupkan di dalam kalangan mahasiswa semua. Oleh karena itu, gagasan untuk melahirkan Museum UGM sebagai wahana pembelajaran nilai-nilai karakter bangsa melalui museum sangat penting dilakukan. Mengingat keinginan masyarakat untuk melihat dan memahami lebih dekat tentang UGM. Berdasarkan pemikiran tersebut mendorong UGM untuk dapat menjawab mengapa UGM perlu mewujudkan Museum UGM sebagai jendela jati diri UGM yang berkelanjutan.

SUMBER SEJARAH DI KUTIP DARI http://ugm.ac.id/id/fasilitas/3639-museum.ugm 

Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX



Halo agan - agan semua lama tidak jumpa kita. Yak langsung saja kita akan membahas tentang Museum yang berada di dalam Kraton Yogyakarta. Ya Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Raja Yogyakarta yang ke 9 ini memang mempunyai andil yang besar dalam kemerdakaan Indonesia dahulu. Isi dari museum pun ada banyak yang di pamerkan. Agan akan melihat keterlibatan Sultan dalam kemerdekaan Indonesia, Kegiatan Sultan di Kraton, Sultan sebagai pejabat negara, Foto - foto Sultan ketika kecil hingga tua, Benda - benda Sultan, Seragam pramuka karena Sultan pernah menjadi Bapak Pramuka Indoensia, Seragam militer sultan, Meja kerja, Berbagai penghargaan terhadap sultan dan banyak lagi. Jadi, menurut ane mendingan agan - agan langsung saja cek ke museum hehe. HTM masuk kraton Rp.7000 dan untuk kartu ijin fotografi Rp.1000. Kraton beroperasi dari pukul 09.00 - 14.00 WIB.



CARA MENUJU KESANA...
Untuk menuju ke museum tidak susah gan. Agan bisa menggunakan kendaraan pribadi agan entah roda 2 atau roda 4. untuk transportasi umum? ini gan ada list nya :
Dari Terminal Giwangan
1. Naik bus engkle jurusan Jogja – Tempel (Rp.3000). Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian menyeberang dan ganti dengan naik Bus ASPADA jalur 12 (Rp.2500) lalu turun di Perempata Kantor Pos. Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 m
2. Naik bus engkle jurusan Jogja – Tempel (Rp.3000). Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian menyeberang dan ganti dengan naik Bus ASPADA/ DAMRI jalur 15 (Rp.2500) lalu turun di alun-alun Keraton.
3. Naik Bus ASPADA jalur 12 (Rp.2500) lalu turun di Perempata Kantor Pos. Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 m
4. Naik Bus DAMRI jalur 15 (Rp.2500) lalu turun di alun-alun Keraton.
5. Naik trans Joga dan turun di Halte Kantor Pos Besar (RP. 3000)
6. Taksi (sekitar Rp.50.000)
Dari Terminal Jombor
1. Naik bus engkle jurusan Jogja – Tempel (Rp.3000). Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian ganti dengan naik Bus ASPADA jalur 12 (Rp.2500) lalu turun di Perempata Kantor Pos. Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 m .
2. Naik bus engkle jurusan Jogja – Tempel (Rp.3000). Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian ganti dengan naik Bus ASPADA/DAMRI jalur 15 (Rp.2500) lalu turun di alun-alun Keraton.
3. Naik Ojek ongkosnya sekitar Rp20.000
4. Taksi, ongkos kurang lebih Rp. 40.000
5. Naik trans Joga dan turun di Halte Kantor Pos Besar (RP. 3000)
Dari Bandara Adicucipto
1. Naik Kereta Prameks (Rp.10.000) kemudian turun di stasiun Tugu. Dilanjutkan dengan naik k Naik trans Joga dan turun di Halte Kantor Pos Besar (RP. 3000) atau dengan Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 m atau naik becak (RP.10.000),atau andong (RP.20000) atau Jalan kaki kurang lebih 1,5 km
2. Naik Taksi (Rp.50.000)
3. Naik Ojek Rp. 30.000
Dari Stasiun Tugu
1. Caranya: keluar melalui pintu belakang, kemudian belok kiri atau jalan kaki ke arah Timur kurang lebih 50 m). Dilanjutkan dengan naik k Naik trans Joga dan turun di Halte Kantor Pos Besar (RP. 3000) lalu jalan kaki kurang lebih 100m
2. Keluar dari pintu depan atau belakang kemudian naik becak (RP.10.000),atau andong (RP.20000) atau Jalan kaki kurang lebih 1,5 km
3. Naik Taksi (Rp.20.000)
4. Naik andong (Rp. 30.000)
5. Naik Ojek Rp. 10.000
Dari Stasiun Lemnpuyangan
1. Naik Taksi (Rp.20.000)
2. Naik andong (Rp. 30.000-Rp.40.000)
3. Naik Ojek Rp. 15.000
4. Naik becak RP.20.000
sumber info transportasi umum http://www.yogyatrip.com/bagaimana-caranya-pergi-ke-kraton-yogyakarta/


SEJARAH MUSEUM
Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX di buat untuk menghormati dan mengenang Sultan ke IX sendiri karena beliau adalah salah satu Sultan yang sangat berjasa bagi Kraton, Kota Yogyakarta dan Bangsa Indonesia.


Sabtu, 20 Agustus 2016

Golden Sunrise Sikunir



Hollaaa Agan-agan yang sedang bersantai... Yang mau nyantai sambil lihat golden sunrise bisa langusng ke sini gan ke bukit Sikunir di desa Sembungan, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
Recomended banget gan lokasinya. Jalan menuju puncaknya juga gak susah-susah amat gan, udah ada jalan yang di buat untuk mempermudah akses pengunjung ke puncak bukit sikunir.
Tempat ini nge trend banget gan! biasanya kalo musim libur bisa overload pengunjungnya! Pokoknya agan harus cek tempat ini.



CARA MENUJU KESANA...

Kalo menurut ane gan sebaiknya sih bawa kendaraan sendiri. Kalo mau naik kendaraan umum seperti biasa gan dari terminal "Stasiun Wonosobo" dengan tarif Rp.10.000 - Rp.15.000 turun di pertigaan Dieng dan terusin ke desa Sembungan naik ojek gan dengan tarif bisa di diskusikan dengan tukang ojeknya hehe. Kalo bawa kendaraan sendiri agan bisa bawa sepeda motor dan juga mobil. Di sana tersedia lahan parkir yang luas di sebelah telaga cebong gan. Nih penampakanya gan


Biaya Parkir sudah satu paket dengan tiket masuknya gan.

HTM untuk masuk bukit Sikunir Rp.5000 - Rp.10.000 gan tergantung harinya aja kalo hari biasa Rp,5.000 dan kalau hari libur Rp.10.000. Gak bakalan nyesel deh agan lihat golden sunrise di sikunir. Cocok banget buat rame-rame bareng temen, keluarga, atau berduaan dengan pasangan tercinta wah romantis banget gan hehe.

SEJARAH BUKIT SIKUNIR
Bukit yang pertama kali di temukan oleh seorang wisatawan dari luar negeri pada era 80 an yang datang ke dieng setelah berkunjung ke Bromo. Dalam perjalanan wisatanya waktu itu juga di dampingi oleh seorang guide atau pemandu wisata lokal dieng. Dan kemudian baru pada awal tahun 2009 tempat wisata yang satu ini sudah mulai banyak di kunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing hingga sekarang.

Kemudian asal usul atau legenda sikunir dari bukit tersebut di ambil dari kata Kunyit atau Kunir ( Sejenis Tanaman Rempah ). Dikarenakan ketika pantulan sinar matahari yang muncul di atas bukit membuat tempat di sekitarnya berubah seperti warna kunir ( kuning ). Spontanitas Penduduk lokal pun menyebutnya Bukit Sikunir Dieng nama bukit tersebut bagi masyarakat desa sembungan sudah di berikan sejak dahulu.
Dan desa sembungan juga di sebut-sebut sebagai salah satu desa tertinggi di jawa tengah namun dari sisi sejarah desa tersebut juga di perkirakan sebagai area transit para peziarah umat hindu kuno sebelum menuju dataran tinggi dieng.
Dari peninggalan yang masih dapat di saksikan seperti situs ondo budo atau tangga berundak yang menghubungkan daerah bawah dan dataran tinggi dieng hal tersebut juga masih menjadi sebuah misteri dengan keberadaannya dan tentunya dengan mitos di masyarakat lokal itu sendiri.



SUMBER :
http://www.diengindonesia.com/2013/03/sejarah-bukit-sikunir-dieng.html